WARTA | PROFIL

Dr Samudi : Pendidikan Keagamaan Islam di Banten Perlu Ada Pembaharuan

SKIH / ISTIMEWA

Dr Samudi : Pendidikan Keagamaan Islam di Banten Perlu Ada Pembaharuan

Ditengah Pengujian Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam, dihadapan Sidang Senat Terbuka Universitas Islam Jakarta (UID), dengan Penguji Prof. Dr. Ir. H. Raihan, M.Si, , Prof. Dr. H Aziz Fachrurozi, MA, Prof. Dr Hj Marhamah Syarief, M.Pd, Dr H Sutardjo Atmowidjoyo, M.Pd serta Promotor Prof. Dr. H Dede Rosyada, MA dan Dr Madian M Muchlis MA. pada Kamis 8 Oktober 2020, Promovendus Samudi yang telah melakukan penelitian di sejumlah lembaga pendidikan Islam, seperti Pondok Pesantren, Madrasyah dan Majelis Taklim, menurutnya kedepan Pendidikan Agama Islam, khususnya di Provinsi Banteng, perlu adanya "Pembaharuan".

Putra Banten yang beristri Dra. Kokom Komariah dengan 2 putra, yaitu Tazkia Syifa Maulani dan Ghifar Maulana Syahdan ini melihat, bahwa sebagai seorang pendidik, yang saat ini menjadi dosen pada STIE dan STKIP La Tansa Mashiro Rangkasbitung Banten, bahwa Resistensi kultural lembaga pendidikan yang ada, selama ini membuat proses pembelajaran Agama Islam kurang maksimal, bahkan menghambat pembinaan dri kebijakan pemerintah.

Untuk itu kedepan perlu ada pembaharuan agar bisa bersinergi dengan program pemerintah, seperti pembenahan kurikulum, proses pembelajaran, peningkatan tenaga pendidik dan kependidikan, Proses seleksi peserta didik, maupun materi Pendidikan Agama Islam. demikian juga struktur organisasi Pondok Pesantren maupun pendidikan Diniyah Takmiliyah.

Disamping itu sebagaimana cirikhas pendidikan di Pondok Pesantren, juga harus ditingkatkan kemampuan siswa dalam berwirausaha, Ketrampilan bidang Peternakan, pertanian, perikanan maupun pemasaran sesuai perkembangan ekonomi saat ini, Pondok Pesantren atau Majelis Taklim hanya dengan satu Kyai, maka perlu ada pembaharuan tenaga pendidik yang memiliki bidang keilmuan sesuai kebutuhan dan pekembangan keilmuan dan teknologi, tegas Promovendus Samudi.

Disela Sidang Senat Promosi Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam, Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof Raihan pada wartawan menegaskan, bahwa pihaknya bersyukur hari ini UID menambah 2 Mahasiswa S3 yang telah menyelesaikan program pendidikan doktor, yang ke 7 dan 8, dan tentunya Desertasinya beraneka ragam, dan hari ini Promovendus Samudi dapat lulus dengan baik, dengan penelitian masing-masing tentunya untuk memajukan Pendidikan Agama Islam di wilayahnya, dan diharapkan akan berkontribusi dalam pembangunan Sumber Daya Manusia di Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan aspirasi mereka tentunya jangan berhenti hanya pada penyelesaian gelar doktor saat ini, namun dapat terus berlanjut dalam pengabdiannya di Masyarakat, harapnya. (Pry).

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending