WARTA | LIPUTAN KHUSUS

Ajak Pemuda Tingkatkan Toleransi Beragama, Sturman Panjaitan, S.H Gelar Sosialisasi 4 Pilar

SKIH / ISTIMEWA

Ajak Pemuda Tingkatkan Toleransi Beragama, Sturman Panjaitan, S.H Gelar Sosialisasi 4 Pilar

Toleransi dalam beragama merupakan wujud pengamalan nilai-nilai dari Sila pertama, Yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, dimana kita diharapkan memiliki sikap dan perilaku yang saling menghargai dan menghormati antar pemeluk agama, serta sebagai wujud menjalin kerjasama kerukunan hidup antar umat beragama sesuai degan kepercayaannya masing-masing, hal tersebut ditekankan Anggota DPRRI Mayjen TNI. Mar (Purn) Sturman Panjaitan, SH ditengah kegiatan Sosialisasi 4 Pilar pada Pemuda dan Pendeta di Kota Batam, Sabtu 21/8/2020.

Lebih jauh Strurman Panjaitan berpesan, agar para Pemuda Gereja berperan aktif dalam memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dimana sebagai negara yang majemuk dengan aneka ragam Suku, Ras, Budaya dan Agama, masyarakat Indonesia memiliki keaneka ragaman 1.128 Suku, bahasa dan budaya, yang wilayahnya terbentang 16.056 pulau dari Sabang sampai Merauke, sehingga untuk menopang kebebasan, keleluasaan kemajemukan tersebut, perlu adanya pengamalan sila-sila pada Pancasila, salahsatunya adalah dengan toleransi antar umat beragama,kita harus turut berperan aktif dalam menjaga toleransi antar umat beragama, untuk saling menghargai antar umat dalam menjalankan badahnya, apapaun agama yang dianut, Sikap toleransi sangat dibutuhkan serta saling tolong-menolong antar sesama manusia, tanpa memandang suku, ras maupun agama, pintanya.

Disamping itu dengan situasi masih merebaknya wabah Virus Corona di seluruh Indonesia, Sturman Panjaitan, SH juga meminta para pemuda Gereja untuk turut aktif memerangi Pandemi Covid -19, dengan mengkampanyekan hidup sehat, mematuhi protokol kesehatan, dengan rajin cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun, Wajib Memakai Masker saat keluar rumah, hingga menjaga jarak saat berkomunikasi dengan orang lain.

Diakuinya, Pemerintah dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan berbagai aturan pembatasannya, akan berdampak dalam ekonomi masyarakat, namun hal tersebut dilakukan untuk menyelamatkan jiwa seluruh rakyat Indonesia, ini butuh penyadaran kita semua, dalam mentaatinya.

Kegotong-royongan juga harus dilakukan ditengah pandemi Covid 19 tersebut, sehingga bagi yang mampu secara ekonomi, hendaknya menyisihkan untuk membantu yang kekurangan atau yang terdampak Covid 19 tersebut, untuk itulah para Pemuda maupun tokoh Agama, diharapkan dapat aktif membangun kepedulian, dengan meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid 19 tersebut, pintanya. (Red).

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending