Inilah Kriteria Ideal Pendamping Jokowi pada Pilpres 2019
FOTO : ISTIMEWA

Inilah Kriteria Ideal Pendamping Jokowi pada Pilpres 2019

Oleh : Redaksi | suratkabarindonesiahebat.com/ | 06 Oktober 2017 14:06:45 WIB

SKIH. JAKARTA, - Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting ( SMRC) Djayadi Hanan mengungkapkan kriteria mengenai sosok ideal untuk mendampingi Presiden Joko Widodo sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019.

Lalu seperti apa sosok yang ideal menjadi pendamping Jokowi tersebut?

"Yang ideal mungkin orang luar Jawa. Karena dia (Jokowi) kan orang Jawa. Misalnya dari kalangan yang di-respect (dihormati) dari kalangan Islam," kata Djayadi di kantornya, Kamis (5/10/2017).

Lebih detail, Djayadi menyebut sosok tersebut idealnya masih mirip dengan pasangan Jokowi saat ini, yakni Jusuf Kalla. Bahkan, menurut dia, bisa juga dari kalangan militer.

"Mirip Pak JK dan mungkin dari kalangan militer bisa juga. Karena Jokowi dianggap tidak kuat di situ. Jadi bisa saja kalau menggandeng calon dari itu," kata dia.

(Baca juga: Survei SMRC: Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi, Kepuasan Publik Capai 68 Persen)

Djayadi menuturkan, persepsi publik masih menganggap bahwa sosok pemimpin yang kuat berasal dari kalangan militer. Sedangkan Jokowi bukan termasuk di dalamnya.

"Jokowi kan dianggap oleh banyak orang pemimpin yang tidak begitu kuat. Pemimpin yang kuat dan tegas biasanya dianggap berasal dari kalangan militer," ujar dia.

Lalu bagaimana jika Jokowi dipasangkan dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo?

Menurut Djayadi, hal tersebut bagus saja. Alasannya, duet Jokowi-Gatot akan bisa memecah suara Prabowo Subianto. Namun, itu pun jika Ketua Umum Partai Gerindra tersebut juga maju dalam Pilpres 2019 mendatang.

"Ada kemungkinan (Jokowi-Gatot) menggerus suara Prabowo. Meski kita belum tahu seberapa banyak atau paling tidak orang yang belum memilih bisa ditarik dengan Gatot kalau dia berpasangan dengan Jokowi," tutur dia.
Advertisment

(Baca juga: Masuk dalam Survei SMRC, Bagaimana Elektabilitas Gatot Nurmantyo?)

Survei yang dilakukan SMRC tersebut terkait kecenderungan dukungan politik setelah tiga tahun Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin. Survei tersebut digelar pada 3-10 September 2017.

Responden survei adalah seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih secara acak atau multistage random sampling dari 1.220 responden. Response rate atau responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 1.057 atau 87 persen.

Margin of error rata-rata dari survei dengan ukuran sampel tersebut sebesar ± 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara telah dilatih.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara acak sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih atau spot check.

Berikut hasil survei yang dilakukan SMRC, mengenai siapa yang akan dipilih sebagai Presiden jika Pilpres digelar sekarang:

1. Jokowi 38,9 persen.
2. Prabowo 12,0 persen.
3. Susilo Bambang Yudhoyono 1,6 persen
4. Anies Baswedan 0,9 persen.
5. Basuki Tjahaja Purnama 0,8 persen.
6. Jusuf Kalla 0,8 persen
7. Hary Tanoe 0,6 persen.
8. Surya Paloh 0,3 persen.
9. Agus Yudhoyono 0,3 persen.
10. Ridwan Kamil 0,3 persen.
11. Gatot Nurmantyo 0,3 persen.
12. Mahfud MD 0,3 persen.
13. Tuan Guru Bajang 0,2 persen.
14. Chairul Tanjung 0,2 persen.
15. Sri Mulyani 0,1 persen.
16. Patrialis Akbar 0,1 persen.
17. Megawati Soekarnoputri 0,1 persen
18. Soekarno 0,1 persen.
19. Tommy Soeharto 0,1 persen.
20. Gus Dur 0,1 persen.
21. Wiranto 0,1 persen.
22. Risma 0,1 persen.
23. Tidak jawab/rahasia 41,9 persen.
[SUMBER : KOMPAS.COM / FINROLL.COM )"; ?>

Komentar Berita

Logis Terkini
Humas Bakamla RI Gelar Pameran di Gedung Proklamasi

Sabtu, 16 Desember 2017 - 06:10:04 WIB

Humas Bakamla RI Gelar Pameran di Gedung Proklamasi

Humas Bakamla RI Gelar Pameran di Gedung Proklamasi Jakarta, 15 Desember 2017 (Humas Bakamla RI) Sebagai bagian dari rangkaian akhir kegiatan HUT ke -3, Humas Bakamla RI menggelar pameran foto yang mengiringi acara tasyakuran di Gedung Proklamasi, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 56,

TNI AL GELAR RAPAT KERJA TEKNIS PENGAWASAN 2017

Jumat, 15 Desember 2017 - 22:35:44 WIB

TNI AL GELAR RAPAT KERJA TEKNIS PENGAWASAN 2017

TNI AL GELAR RAPAT KERJA TEKNIS PENGAWASAN 2017 Jakarta, 15 Desember 2017,TNI Angkatan Laut menggelar Rapat Kerja Teknis Pengawasan (Rakerniswas) tahun 2017, bertempat di Auditorium Denma Markas Besar Angkatan Laut, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (15/12). Kegiatan tersebut dibuka secara langsung

Dirgahayu Ke-3 Bakamla RI

Jumat, 15 Desember 2017 - 10:43:25 WIB

Dirgahayu Ke-3 Bakamla RI

Dirgahayu Ke-3 Bakamla RI Jakarta, 15 Desember 2017 (Humas Bakamla RI) Bakamla RI menginjak usia ke-3 tahun. Dalam rangka memperingatinya, Bakamla RI menggelar upacara peringatan HUT ke-3 dipimpin Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H., di Taman Tugu Proklamasi, Menteng,

SESKOAL PERINGATI HARI NUSANTARA

Kamis, 14 Desember 2017 - 21:40:56 WIB

SESKOAL PERINGATI HARI NUSANTARA

Seskoal,- Seluruh anggota Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) yang terdiri dari Perwira, Bintara, Tamtama dan Aparat Sipil Negara (ASN) mengikuti upacara dalam rangka memperingati Hari Nusantara 2017, Rabu (13/12) di lapangan apel Seskoal, Bumi Cipulir Jakarta Selatan. 

Bakamla RI dan TNI AL Gelar Operasi Khusus amankan Rumpon Di Laut Seram

Kamis, 14 Desember 2017 - 21:33:43 WIB

Bakamla RI dan TNI AL Gelar Operasi Khusus amankan Rumpon Di Laut Seram

Bakamla RI dan TNI AL Gelar Operasi Khusus amankan Rumpon Di Laut Seram Jakarta, 14 Desember 2017 (Humas Bakamla RI) Bakamla RI bersama TNI AL memulai Operasi khusus pengamanan rumpon illegal di Laut Seram, Kamis (14/12/2017). Dengan menggunakan kapal TNI AL KRI Soputan-923 serta