WARTA | NASIONAL

Perhatian Bakamla, Dari Keamanan Laut Hingga Budaya Masyarakat Perbatasan

SKIH / ISTIMEWA


Atambua, 3 Juli 2018. RNC.--- Perhatian Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) ternyata tak hanya selalu meningkatkan keamanan seluruh wilayah lautan nusantara, tetapi perhatiannya juga dapat dirasakan bagi masyarakat perbatasan, tak terkecuali terhadap budaya masyarakat Kampung Sesekue, Kecamatan Atambua Barat, NTT.

Pasalnya, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Bakamla RI Mayor Marinir Mardiono, Selasa (3/7/2018) pagi, melaksanakan kunjungan ke kampung-kampung wilayah perbatasan, tak terkecuali di wilayah yang merupakan daerah perbatasan Indonesia-Timor Leste tersebut.

Pagi itu, suasana di sebuah kampung kecil bernama Kampung Sesekue, Kecamatan Atambua Barat, NTT, terlihat tak seperti biasanya.

Begitu iring-iringan mobil yang merupakan rombongan gabungan dari Bakamla RI, SPKKL Kupang, dan Pemda Atambua, berhenti di sebuah tanah lapang yang berada di tengah perbukitan, seluruh masyarakat baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, hingga anak-anak, telah berjajar di sepanjang lorong menuju tempat digelarnya acara adat, untuk menyambut kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Mayor Marinir Mardiono.

Adalah Kepala adat Linus Manek yang memang telah menyiapkan sebuah acara adat bernama Festival Vohorai Belu Suku Matabesi, menyambut gembira kedatangan rombongan gabungan tersebut.

Dengan dipandu langsung oleh Kepala adat Linus Manek, sejumlah masyarakat diatur sedemikian rupa untuk melakukan prosesi pengalungan selendang adat terhadap pimpinan rombongan.

Mardiono pun berjanji, sekembalinya ke Jakarta akan membantu menyuarakan semua perkembangan budaya masyarakat perbatasan tersebut kepada masyarakat nasional, tentunya melalui pimpinanya yang ada di Jakarta.*

Penulis: TIM REDAKSI
Editor: TIM REDAKSI

Now Trending