WARTA | PENDIDIKAN

Kenalkan Budaya Dan Menu Tradisional, STP Trisakti Ajak Orang Tua Mahasiswa Wisata Budaya Betawi

SKIH / ISTIMEWA

Kenalkan Budaya Dan Menu Tradisional, STP Trisakti Ajak Orang Tua Mahasiswa Wisata Budaya Betawi

Jakarta sebagai ibukota negara, memiliki banyak obyek wisata menarik, dengan aneka makanan tradisional yang mungkin belum dikenal secara luas, untuk itu dalam memperkenalkan kepariwisataan di Jakarta, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti) mengajak orang tua Mahasiswa Baru tahun Akademik 2018-2019 untuk mengikuti Wisata Budaya Betawi ke Areal Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, hal tersebut juga untuk mengenalkan pendidikan Kepariwisataan, mulai dari perencanaan perjalanan Wisata, Guide Tour, Mengisi Hiburan saat berwisata hingga penyajian aneka makanan kecil maupun Makan Siang, yang semua disajikan oleh Mahasiswa STP Trisakti.

Dalam sambutannya, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati, SE,MM menegaskan, bahwa Wisata Budaya hari ini adalah ajang Silaturahmi antar sesama orang tua mahasiswa, maupun dengan para dosen maupun pembimbing akademik serta dunia industri Mitra STP Trisakti, agar kedepan bisa bersama-sama membangun kerjasama dalam pelayanan yang baik bagi proses pembelajaran akademik di STP Trisakti.

Wisata Budaya Betawi hari ini merupakan kegiatan keempat, dimana sebelumnya sudah menggelar kunjungan wisata bersama orang tua mahasiswa baru ke Wisata Kota Tua dan Monas, kedua ke Kampung Betawi Pamulang, Ketiga ke Taman Mangrow serta Budha Tsu Chi dan hari ini ke Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, dimana Indonesia memiliki aneka ragam Seni Budaya, dan diharapkan kita semakin menggenal ragam budaya ini, sehingga budaya Betawi akan tetap dipertahankan.

Hari ini kita juga mengajak mahasiswa STP Trisakti dari 13 Negara untuk turut serta dalam Wisata Budaya Betawi, agar mereka juga mengenal salahsatu budaya di Indonesia yaitu Budaya Betawi, beberapa waktu lalu STP Trisakti juga telah mengirim mahasiswa untuk belajar ke Hongkong dan China, serta rombongan STP Trisakti sebentar lagi juga akan berangkat ke China untuk terus membangun kerjasama dengan beberapa Universitas di luar negeri, sehingga diharapkan kedepan mahasiswa baru nantinya juga bisa ikut program kerjasama untuk pertukaran mahasiswa ke China, Hongkong serta negara lain, harapnya.

Sementara mewakili Kepala Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi, Bayu dalam sambutannya menegaskan, bahwa sebenarnya Perkampungan Budaya Betawi yang diresmikan oleh Gubernur DKI Sutiyoso tahun 2000, saat ini baru berusia 18 tahun, sehingga masih banyak pembenahan dan masih kurangnya kegiatan di areal Perkampungan Budaya Betawi, untuk itu pihaknya berharap kedepan aka nada kerjasama lebih lanjut dengan STP Trisakti, untuk bersama-sama mengembangkan obyek Wisata yang masih perlu pembenahan ini, agar lebih baik dan semakin dikenal wisatawan domestic maupun mancanegara.

Areal Perkampungan Budaya Betawi, saat ini yang dikelola Pemda DKI seluas 289 hektar dengan berbagai perencanaan namun belum selesai semua, baik Museum, Theater, Setu, Gedung Serbaguna, Rumah Betawi, Gedung Workshop, Kuliner serta aneka seni lainnya, membuat ondel-ondel dan makanan tradisional, sementara pengelolaan Setu masih dikelola masyarakat, zona B rencana untuk kuliner masih kosong, namun saat ini dimanfaatkan untuk belajar membatik dan masyarakat bisa belajar membatik.

Untuk zona C akan dibangun Replika Budaya Betawi, dan zona pengembangan lainnya yang semua masih kurang potensinya, termasuk pelaku untuk mengisi kekosongan, untuk itu diharapkan akan ada masukan kajian akademik serta pembinaan untuk pengembangan Perkampungan Budaya Betawi kedepan, kita sangat mengharapkan kerjasama kedepan untuk meningkatkan potensi di lokasi ini maupun binaan-binaan bagi masyarakat Setu Babakan, papar Bayu.

Ditempat yang sama, Ketua Yayasan Trisakti, DR Bimo Prakoso juga menegaskan, bahwa STP Trisakti dalam upaya memperkenalkan budaya melalui Wisata Budaya Betawi, merupakan kegiatan sebagaimana yang diamanatkan oleh Trisakti, yang salahsatunya adalah “Mempertahankan Budaya Bangsa”, dimana kita boleh belajar budaya dari luar, namun kita harus tetap mempertahankan budaya sendiri, jangan kita malah hanyut akan budaya asing, kita harus cinta budaya sendiri dan kalau perlu turut mengembangkannya, demikian juga acara yang digelar secara bersama-sama, adalah wujud Gotong-royong yang harus kita bangun di STP Trisakti.

Disini semua sudah didesain rumah adat Betawi, termasuk rumah milik warga sekitar Perkampungan Budaya Betawi, belum lagi menu jajaran diaeral wisata ini juga aneka makanan khas Betawi, juga seluruh mahasiswa STP Trisakti turut mengembangkan aneka kue tradisional Betawi agar semakin dikenal, menarik untuk dinikmati dan dicintai masyarakat, ini wujud jatidiri bangsa yang harus dilestarikan, harapnya.

Dr Bimo Prakoso juga bersyukur STP Trisakti sudah go internasional, dimana hari ini 13 negara telah mengirimkan mahasiswa ke STP Trisakti, bahkan para mahasiswa juga memiliki prestasi bukan saja nasional tetapi internasional, dimana saat pemilihan Mahasiswa Berprestasi untuk Vokasi, mahasiswa SPT Trisakti meraih juara 1 mahasiswa Berprestasi tingkat Nasional, di Thailand meraih juga 2 dan 3, untuk itu kedepan Kurikulum juga harus disertakan masukan dari Industri, dan kita godog bersama agar bisa saling mendukung, dan dirinya berharap orang tua akan mendorong anak-anaknya untuk juga menambah program pembelajaran tentang Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, Inggris, Perancis atau Korea hingga level 4, sehingga kompetensinya juga meningkat, mahasiswa harus belajar, belajar, belajar hingga Sukses, paparnya.

Marketing Coco Mas, Adi Mulyanto juga mengaku siap mendukung proses pembelajaran di STP Trisakti, bahwa kerjasama Coco Mas dengan STP Trisakti telah lama untuk bersama-sama membangun kualitas akademika khususnya untuk praktek dengan produk Coco Mas seperti Santen Kelapa dan produk lainnya, karena Coco Mas sangat peduli dengan pendidikan, disamping itu Beasiswa juga diberikan pada Mahasiswa STP Trisakti berprestasi, bahkan Coco Mas juga selalu hadir pada setiap iven di STP Trisakti dengan produk unggulan seperti Kemasan Air Kelapa Murni dan Es Doger yang memperoleh penghargaan MURI, bahkan sudah ke pangsa Ekspor ke Mancanegara, dan Coco Mas sangat bangga dengan kegiatan hari ini untuk bersama-sama mengembangkan Kuliner Betawi dan mengajak seluruh orang tua mahasiswa baru STP Trisakti untuk juga belajar membuat kue-kue tradisional Betawi, paparnya.

Dukungan juga diberikan oleh Dunia Usaha, dimana Perusahaan Sinar Meadow melalui program CSR-nya juga memberikan beasiswa maupun dukungan praktik bagi mahasiswa STP Trisakti, perusahaan produsen Minyak Goreng dan Margarine ini sengaja masuk ke institusi pendidikan untuk turutserta mencetak tenaga baru dibidang kuliner, karena bisnisnya juga bergerak untuk mendukung usaha kuliner, ungkap Regina Iskandar, Manajer Tehnical Aplikasi PT Sinar Meadow.

Lebih jauh dijelaskan bahwa PT Sinar Meadow dengan teknologi mengadopsi Australia tetapi seluruh bahan baku yang diolah adalah asli dari Indonesia sendiri, kalau impor mahal, tetapi kita lokal dengan kualitas tidak kalah dengan impor, dan kerjasama STP Trisakti dengan Sinar Meadow sudah 4 tahun lalu, dan juga binaan Komunitas UKM bersama institusi, dimana para alumninya adalah pengusaha dibidang Kuliner, kita terus mengedukasi, dan hari ini Makanan Tradisional Betawi juga banyak di produkti dengan bahan produk Sinar Meadow, karena kita bersama-sama menggali menu tradisional yang mulai disukai turis asing, dan ternyata orang asing sangat tertarik dengan produk jajanan kita yang beraneka ragam dan rasa, kita punya jajanan unik dan mengadopsi minyak gorang padat produk kami, tegasnya. (Pry).

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending