WARTA | POLITIK

Komunitas Kita Tidak Takut, Ajak Rakyat Selamatkan Demokrasi, Lawan Intimidasi

SKIH / ISTIMEWA

Komunitas Kita Tidak Takut, Ajak Rakyat Selamatkan Demokrasi, Lawan Intimidasi

Maraknya pemberitaan maupun komunikasi media sosial hingga banyaknya spanduk spanduk yang bernuansa intimidasi, telah mendorong komunitas kita tidak takut, untuk menggerakkan masyarakat agar mau melawan segala bentuk intimidasi politik saat ini. Dan bertempat di Top Taste resto dan Cafe, jl Raden Saleh Jakarta Pusat, Komunitas #KITATIDAKTAKUT menggelar diskusi publik demokrasi, dengan tema "Melawan Segala Bentuk i
Intimidasi Politik", dengan menghadirkan narasumber, Pengamat Politik UI, Arbi Sanit. Eks Kepala Badan Intelijen strategis Laksda TNI (Purn) Soleman B Ponto. Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta dan Direktur Eksekutif Indonesian Publik Institute, Karyono Wibowo.

Stanislaus Riyanta menambahkan, bahwa intimidasi dan teror ini terjadi dilakukan oleh Ormas untuk mencapai tujuan politil, yang menyedihkan korban intimidasi juga menimpa para jurnalis ini sangat mengerikan.

Adanya politik identitas juga menyuplai adanya intimidasi politik, yang mengkhawatirkan adanya terminologi agama ke ranah politik, untuk itu peran pemuka agama dan tokoh masyarakat harus ditingkatkan untuk melawan intimidasi politik, dan negara harus hadir untuk melakukan tindakan yang tepat dan tegas, papar Pengamat Intelijen dan keamanan ini.

Sementara Arbi Sanit juga menegaskan bahwa kita semua tidak setuju adanya intimidasi, untuk itu gerakan melawan intimidasi politik.

Demokrasi adalah kebersamaan dan kebebasan individu, namun yang terjadi saat ini masih banyak yang mementingkan kelompoknya maupun pribadi, sehingga kebersamaan menjadi rusak dan terganggu.

Banyak hal yang membuat demokrasi menjadi bias, hingga menimbulkan manipulasi dan intimidasi, Generasi Muda tidak mendapat pengetahuan yang detail, sehingga menimbulkan Hoax serta perilaku tipu-menipu dalam informasi, untuk pertama kalinya kita harus meningkatkan pemahaman tentang demokrasi, apa itu kebebasan, apa itu kebersamaan, sehingga politik intimidasi bisa diganti dengan politik yang bersih, pintanya.

Karyono Wibowo direktur IP menegaskan hari ini masyarakat sudah di suguhkan adanya peristiwa yang terjadi selama ini, agar masyarakat ketakutan, adanya peristiwa yang menggambarkan bahwa potensi ancaman yang dilakukan, dengan adanya beberapa peristiwa, misalnya peristiwa pembakaran mobil, sepeda motor di Jawa Tengah, Temanggung, Semarang hingga merambat ke Jawa Timur, lalu kemudian muncul juga di kawasan Senayan saat digelarnya debat Capres ke 2.

Ancaman intimidasi memang sangat berkorelasi dengan dengan momentum politik 2019 yang akan datang, ada beberapa cara yang paling halus misalnya yang mengancam kelompok tertentu, misalnya kelompok minoritas.

Yang menyedihkan ketika ada yang melaporkan intimidasi maupun teror, jawabannya tidak ada unsur pelanggaran kampanye, karena tidak diatur dalam proses pemilu, untuk itu demi tegaknya demokrasi masyarakat harus berani menolak intimidasi maupun teror, tegas Karyono.

Laksda TNI (Purn) Soleman B Ponto menjelaskan bahwa Presiden Soekarno menegaskan agar kita menjunjung tinggi asas musyawarah dan mufakat, namun saat ini berubah dengan pemilihan langsung, sehingga terjadi perebutan kekuasaan dengan saling menjatuhkan. Untuk itu lebih baik kita berpulang ke hati nurani kita, siapa yang akan kita pilih, lawan manipulasi, ya nggak baik harus Kita Lawan, kita tidak boleh takut, tegas mantan Kepala BAIS ini. (Pry)

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending