WARTA | NASIONAL

Polda Metro Jaya, melalui Subdit Harda Ditkrimum PMJ, berhasil mengungkapkan kasus pemalsuan dokumen

SKIH / ISTIMEWA

Surat kabarindonesia hebat.com - Polda Metro Jaya, melalui Subdit Harda Ditkrimum PMJ, berhasil mengungkapkan kasus pemalsuan dokumen.

Pengungkapan kasus itu berawal, setelah polisi membongkar kasus mafia properti yang terjadi beberapa waktu lalu. Satu tersangka berinisial HMY berhasil di amankan petugas dan satu tersangka berinisial DD menjadi DPO polisi dalam kasus tersebut.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengatakan, HMY merupakan orang yang disuruh tersangka AR dan DEA guna memalsukan sertifikat milik korban. Bahkan, tersangka AR dan DEA saat ini tengah direkam di bilik jeruji besi tahanan Polda Metro Jaya, lantaran terlibat kasus mafianproperti.

"Pelaku ditangkap di sebuah ruko di kawasan Jakarta Pusat," kata Suyudi di Mapolda Metro Jaya, Kamis (19/9).

Kepada polisi, pelaku mengaku sejak 2011 lalu aksi kejahatan tersebut telah ditekuninya. Bahkan, pelaku lanjut Sayudi dikenal sangat licin, sehingga selama 8 tahun pelaku lolos dari jeratan petugas.

"Yang bersangkutan melakukan transaksi bukan di kantornya, melainkan di suatu tempat. Mereka biasa janjian di mall atau halte bus, nanti pemesan mengambil surat palsu di tempat tersebut," bebernya.

Berbagai surat atau dokumen negara yang dipalsukan pelaku itu antara lain seperti, ijazah, girik, sertifikat, SIM, STNK hingga kartu anggota kepolisian. Tak hanya itu saja, hasil pekerjaan pelaku dapat dikatakan sangat mirip dengan dokumen aslinya. Sehingga, sulit dibedakan antara dimensi asli dan mana dokumen yang dipalsukan oleh pelaku.

"Mereka hanya berbekal fotokopi dapat memalsukan surat tersebut. Saat digerebek kita temukan berapa alat, seperti komputer, laptop scanner, kertas dan spray untuk melengketkan," terangnya.

Guna mempertanggungjawabkan atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 378 KUHP juncto Pasal 372 KUHP dengan ancaman pidana di atas lima tahun penjara. (Bus).

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending