WARTA | PENDIDIKAN

532 Wisudawan Universitas Tama Jagakarsa, Siap Mengisi Pembangunan Di Era Industri 4.0

SKIH / ISTIMEWA

532 Wisudawan Universitas Tama Jagakarsa, Siap Mengisi Pembangunan Di Era Industri 4.0

Prosesi pelepasan mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas akademik dan siap mengabdikan diri ketengah masyarakat, juga dilakukan Civitas Akademika Universitas Tama Jagakarsa Jakarta, dimana melalui Sidang Terbuka Senat Universitas Tama Jagakarsa dalam rangka prosesi Wisuda tersebut, dihadiri para tokoh Nasional, para , Alumni serta Plt Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta, Dr M Samsuri.

Rektor Universitas Tama Jagakarsa, Dr H.M Noor Sembiring,SE.MM dalam sambutannya menjelaskan bahwa Wisuda hari ini merupakan WIsuda ke XIII, dengan melepas 532 Wisudawan dari Program Magister, Sarjana dan Diploma, yang siap mengabdikan diri ketengah masyarakat, bangsa dan negara dengan kompetensi yang telah dicapai dalam dunia akademik.

Diakuinya Universitas Tama Jagakarsa telah membekali Wisudawan dalam menghadapi persaingan di era kebangkitan industry 4.0, sehingga mereka benar-benar siap mengisi pembangunan di era generasi millennial saat ini. Disamping itu Universitas Tama Jagakarsa juga telah berupaya membangun kerjasama dengan industri, bagaimana sebagai lembaga pendidikan tinggi, kita bisa link and match dengan industri, bagaimana agar kurikulum akademik mampu selaras dengan kebutuhan dunia usaha serta industri, sehingga para Wisudawan benar-benar siap kerja sesuai kompetensinya.

Pada para Wisudawan, Dr HM. Noor Sembiring juga meminta agar mereka selalu menggali kemampuan, sebagaimana ilmu yang telah diraih di kampus, kembangkan diri anda dan selalu belajar dan belajar, baik dilingkungan kerja maupun ditempat tinggal, jangan hanya mengandalkan ijazah, karena dunia kerja lebih menitikberatkan pada kemampuan kompetensi seseorang, tegasnya.

Sementara Ketua Yayasan Pendidikan Tama Jagakarsa, DR. H Ulung Sembiring, SH,MM, juga menambahkan, bahwa mesti Universitas Tama Jagakarsa berdiri tahun 2014, namun kiprah Yayasan sudah dimulai sejak tahun 1985, jadi kita bisa melihat kiprah kita di dunia pendidikan Indonesia, jadi mungkin masyarakat bisa menilai perjalanan yang panjang, disamping lulusan-lulusan yang banyak diserap di dunia usaha, BUMN maupun di Pemerintahan Pusat dan Pemerintah Daerah.

Dalam menghadapi tantangan di era kebangkitan industri 4.0, Yayasan Pendidikan Tama Jagakarsa juga terus meningkatkan fasilitas teknologi yang sejalan dengan kebutuhan industri yang berbasis BIG Data tersebut, agar kita bisa bersaing di era globalisasi sekarang yang gak bisa kita tolak lagi, kita selalu mengacu untuk memenuhi standar PowerPoint ini, kita selalu mengacu dengan apa yang telah ditetapkan oleh kementerian Ristek dan Dikti, tegasnya.

Plt Kepala LL DIKTI Wilayah III Jakarta, Dr. M Samsuri disela acara Wisuda Universitas Tama Jagakarsa juga menungkapkan, bahwa LL Dikti Wilayah III mengapresiasi Universitas Tama Jagakarsa yang taat azas, dimana dari data Pangkalan Data sudah 100% laporannya, demikian juga prodi yang ada, semua sudah terakreditasi, artinya dari sisi ketaatan azas sudah nggak ada masalah, untuk itu Kami hadir disini.

Kepada para Wisudawan, LL Dikti meminta agar mereka meningkatkan Soft Skill, karena di era persaingan saat ini, tentu menuntut selain kompetisi, kompetensi dibidang keilmuannya, juga sekarang ini banyak dituntut adalah soft skill, dalam arti misal setelah lulus itu tidak merasa puas dengan apa yang sudah dicapai saat ini, kemudian mereka terus mencari menggali bidang pengetahuan. Yaitu sesuai dengan tempat kerja yang digeluti masing-masing.

Yang kedua, yang lebih penting adalah para Wisudawan saat terjun ke masyarakat, dia bukan hanya sekedar apa orang biasa, tetapi dia harus menjadi agen perubahan di masyarakat. oleh karena itu saya sangat berharap kepada wisudawan menjadi agen perubahan masyarakat, dengan mengedepankan nilai-nilai kerendahan hatinya, kemudian nilai-nilai dia itu selalu berpikir untuk selalu berkontribusi di masyarakat, jadi bisa menjadi contoh di masyarakat, pinta Dr M Samsuri.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Tama, H Tama Sembiring juga menambahkan, bahwa Yayasan mendukung penuh peningkatan Sarana, Prasarana Perkuliahan maupun peningkatan kualitas dosen, Universitas Tama Jagakarsa bisa bertahan dan terus maju karena Ridho Allah SWT serta Seluruh Civitas Akademika bisa melaksanakan 3 moto yayasan Tama, tegasnya.

Dilihat dari segi dosen, disini rata-rata berpendidikan S3, dan banyak yang profesor, sehingga para lulusan juga mampu berkompetisi di dunia kerja maupun karier pada profesinya.

Ada 3 moto Yayasan Tama, yang pertama "Ikhlas dan Ridho", yang kedua adalah "AMPERA" (Amanat Penderitaan Rakyat) yang ke tiga "Ilmu Kudu".

Dimana Universitas Tama Jagakarsa bisa berdiri, mesti mengalami hambatan, mulai dari Akademi, Sekolah Tinggi hingga Universitas, namun karena Ridho Allah SWT, Universitas Tama Jagakarta bisa semakin maju dan berkembang dengan baik serta menghasilkan wisudawan yang mampu berkompetensi di kancah nasional maupun internasional, mesti ada beberapa mahasiswa kurang mampu dalam menyelesaikan administrasi perkuliahan, namun terap kita beri kesempatan untuk tetap kuliah, mereka tidak kita cutikan, karena pembayaran kita beri kelonggaran hingga mengangsur, bahkan mereka yang kurang mampu justru kita berikan pelatihan ke LKBN Antara.

Yang kedua adalah Ampera/Amanat Penderitaan Rakyat, dimana amanat penderitaan rakyat itu pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagai lembaga pendidikan kita mengabdi kepada negara dan bangsa, jadi saya merasa mengabdi kepada negara dan bangsa.

Lantas yang ke tiga adalah ilmu kudu, dimana ilmu kudu itu kan hal-hal yang baik, pokoknya semuanya baik, sehingga lulusannya juga baik, kalau belajarnya mahasiswa baik, dosen baik, lulusnya juga baik. Jadi itulah Harapan Kita, Universitas Tama Jagakarsa ini kita terapkan sistem kekeluargaan, disini antara mahasiswa, pengelola kita terapkan kekeluargaan artinya kalau senang, sama-sama merasakan, kalau susah mengatasi bersama-sama, untuk itu saya terus meminta pada pimpinan, dosen maupun mahasiswa agar melaksanakan ketiga moto ini dengan baik, sehingga Universitas Tama Jagakarsa bisa menjadi Universitas Swasta yang terbaik di Indonesia, tegas H Tama Sembiring.(Pry)

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending