WARTA | POLITIK

SESUDAH MUNAS GOLKAR BAKAL KERDIL DITINGGAL PENGIKUTNYA

SKIH / ISTIMEWA

SESUDAH MUNAS GOLKAR BAKAL KERDIL DITINGGAL PENGIKUTNYA

Olah KP Norman Hadinegoro

Masalah Berbangsa dan Bernegara khususnya PANCASILA, Saya dikader oleh SOKSI semenjak dari bangku Kuliah, setahu saya SOKSI salah satu pendiri GOLKAR. Semasa Orde Baru, Golkar sebagai alat politiknya Soeharto sampai mampu bertahan kekuasaannya 32 tahun, namun Semenjak Reformasi bergulir Golkar ditinggalkan oleh pengikut-pengikutnya.

Tadinya basis Golkar dari Purnawirawan ABRI, PNS, Petani dan kaum buruh, namun kenapa lambat laun meninggal GOLKAR.

Seingat saya SOKSI dulu punya basis yang kuat di Perburuhan seperti PTP, karena PTP punya Dokrin Karyawanisme yang sekarang dipakai oleh Dokrin Golkar Karya Kekaryaan.

Dalam perjalanan Golkar tidak mempunyai lagi kantong-kantong masa atau kader. semua banyak beralih ke Partai bentukan kader golkar juga, antara lain Partainya Edy Sudrajat, Hanura, Garindra, Nasdem dan Partai Berkarya.

Sangat disayangkan Pemimpin-pemimpin Golkar sekarang tidak punya akar yang kuat seperti Partai lain dan tidak punya trobosan baru, tidak punya pengikut yang mengakar, hanya bawa badan dan punya uang untuk merebut kekuasaan.

Dipredeksi Partai yang berkenan dihati rakyat adalah PDIP, GERINDRA dan PKB yang mempunyai kantong masa NU dan Santri.

Setiap mengusung CAPRES selalu kalah.. Sekarang Golkar jadi pengekor tidak berani ambil prinsip seperti Gerindra... dari dulu watak orang Golkar tidak pernah mau diluar kepemerintahan. Kader Golkar pintar-pintar, tapi minterin orang, hanya jago retorika.

Golkar sekarang tidak punya pigur Pimpinan Nasional sekeliber Prof Suhardiman, sekeliber BJ Habibie. Jadi sulit mendongrak Golkar. Bahkan untuk menjadi Partai urutan no 5 pada Pemilu 2024 sudah bagus.

Indikasinya banyak Kepala Daerah yang jadi Gubernur, Bupati ,Walikota kurang berprestasi.. Justru yang berprestasi malah dari Partai lain. Untuk itulah jika Partai Golkar tidak punya terobosan, maka Partai Golkar akan jadi "Kerdil".

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending