WARTA | MEGAPOLITAN

ITL Trisakti bersama Kemenhub dan Pemda DKI, Wujudkan Transportasi Perkotaan Berkelanjutan

SKIH / ISTIMEWA

ITL Trisakti bersama Kemenhub dan Pemda DKI, Wujudkan Transportasi Perkotaan Berkelanjutan

Pembangunan Kawasan Perkotaan yang berorientasi transif atau Transit Oriented Development (TOD) telah menjadi suatu keharusan, dalam upaya mewujudkan transportasi yang baik, aman, nyaman dan lebih efisien, khususnya di perkotaan, seperti Jakarta, untuk itulah Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Tisakti) menggandeng Kementerian Perhubungan RI, serta Pemda DKI Jakarta untuk terus melakukan kajian-kajian dan riset, dan bertempat di Auditorium ITL Trisakti, pada Rabu 6 November 2019, Institut Transportasi dan Logistik Trisakti kembali mengadakan Seminar Nasional. Dan Seminar kali ini berfokus kedalam "Urban Transport" dengan tema "Peranan TOD dalam Pembangunan Kawasan Perkotaan dengan Angkutan Berbasis Rel sebagai Solusi untuk Mewujudkan Transportasi Perkotaan yang Berkelanjutan", Seminar tersebut dihadiri oleh pemerintah serta industri terkait.

Beberapa pembicara ditampilkan, diantaranya Menteri Perhubungan lr. Budi Karya Sumadi (Keynote Speaker), Prof. Dr. lr. Sutanto Suhodo (Pemda DKI), Ir. Zulfikri. M.Sc. DEA (DirekturJendral Perkeretaapian), Ir. Soemino Eko Saputro, MM (Akademisi ITL Trisakti), Dr. Ir. L Denny Siahaan. MSTr (Akademisi ITL Trisakti), Prof. Dr. Harun Al Rasyid (Guru Besar ITB Institut Teknologi Bandung), Budi Harto (Direktur Utama PT. Adhi Karya. Tbk), Mike Broomell. MBA (Managing Director Colliers international Comets International), dan Prof. Dr. Ir. Suyono Dikun, MSc (Guru Besar UI Bidang Transportasi Universitas Indonesia), dimana melalui seminar ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan tindakan mengenai TOD. dengan tujuan masing-masing pemangku kepentingan dapat berperan sesuai dengan posisi dan perannya, Terdapat harmonisasi antara perencanaan wilayah dan rencana tata ruang dengan perencanaan transportasi, Terdapat regulasi yang kuat sebagai dasar hukum agar diperoleh kepastian hukum, Terdapat Koordinasi yang efektif agar TOD dapat diimplementasikan, Terdapat sumber dana yang cukup untuk mendanai TOD.

Menteri Perhubungan yang diwakili Dirjen Perkeretaapian Ir. Zulfikri. M.Sc. DEA, menegaskan, Bahwa selama 5 tahun terakhir, Kementerian Perhubungan telah berhasil membangun jalur kereta api sepanjang 853 Km serta akan terus dibangun lagi tahun ini 100 km, dimana diantaranya adalah sebagian besar program-program jalur kereta api antar kota dan angkutan perkotaan, yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi, dan Pemerintah juga tengah mengkaji serta memrogramkan aktifasi jalur-jalur yang sudah lama tidak berfungsi, seperti Semarang - Jogja maupun jalur di Sumatera, sehingga dengan penambahan jalur ini maka kapasitas angkut penumpang maupun barang juga akan semakin besar, dan operator semakin fleksibel.

Sebagaimana pesan Presiden, bahwa pembangunan transportasi disamping aspek delivery juga harus memiliki azas manfaat bagi masyarakat banyak, kita bersyukur dalam 5 tahun terakhir ini, jumlah pengguna kereta terus mengalami peningkatan yang signifikan, dalam logistik juga mengalami peningkatan dimana pada tahun 2015 telah diangkut sebanyak 25 juta ton, dan tahun 2018 mencapai 45 juta ton, dan target tahun 2019 ini adalah 54 juta ton barang diangkut dengan Kereta api, memang kita akui selama ini angkutan dengan kereta jika dibandingkan dengan angkutan kendaraan mobil, masih sangat kecil, inilah tantangan kita semua untuk meningkatkan peran kereta api untuk logistik, untuk itu kita akan tembah perjalanan kereta, baik antar kota maupun angkutan penumpang dalam kota, tegasnya.

Dalam pengembangan penyelenggaraan perkeretaapian membutuhkan dana yang besar, dan tidak mungkin semua dibiayai APBN, untuk itu Pemeritah terus berupaya menjalin kerjasama dunia usaha, maupun investor dalam dan luar negeri, saat ini sudah ada program 12 titik pembangunan angkutan berbasis Rel, dan 6 diantaranya adalah angkutan perkotaan, dimana kewenangannya adalah pemerintah Provinsi, dan pemerintah pusat nantinya akan membantu dengan dana APBN, hanya saja selama ini kita terkendala regulasinya, untuk itu pemerintah terus melakukan pembenahan, ungkap Menhub yang dibacakan Dirjen Perkeretaapian Ir. Zulfikri. M.Sc. DEA.

Rektor ITL Trisakti, Dr. Tjuk Sukardiman dalam sambutannya juga menjelaskan, bahwa ITL Trisakti bersyukur, keluarga besar Yayasan Trisakti dipercaya Pemerintah dalam Penyusunan Kebijakan Transportasi Perkotaan, serta menyusun kebijakan the integrated and sustainability transport and logistic, sebagai komitmen pemerintah dalam pembangunan transportasi berkelanjutan, sehingga hari ini kita bahas, khusus masalah angkutan perkotaan berbasis Rel, ini wujud konsisten ITL Trisakti, dalam mendukung program the Millenium Sustainability Develompment Goal, dengan grand strategi yang telah ditempuh.

Diakuinya program LRT, MRT yang saat ini sudah berjalan dan terus dikembangnya, sebenarnya telah disusun sejak tahun 1995 di Kementerian Perhubungan RI, dalam program pembangunan transportasi perkotaan berbasis Rel, dan surveinya telah dilakukan sejak tahun 1990, oleh para sesepuh perhubungan yang saat ini mendukung pendidikan transportasi di ITL Trisakti, yaitu Koridor Lebakbulus - Kota, Koridor Duri - Bekasi dan Koridor Kalideres - Bukit Duri, dan program pembangunan angkutan perkotaan berbasis Rel ini, juga sebagai upaya dalam mengejar ketertinggalan transportasi perkotaan berbasis Rel dari negara-negara lain, papar Tjuk Sukardiman.

Sementara disela Seminar Nasional tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Trisakti, Dr Harry Tjan Silalahi disela Seminar tersebut menegaskan, pihaknya mengapresiasi ITL Trisakti yang terus berupaya meningkatkan dukungan pada Pemerintah dalam menyiapkan tenaga-tenaga yang akan melayani serta mengabdi dalam peningkatan pelayanan transportasi di Indonesia, kalau saat awal kita menyiapkan teknisinya, namun hari ini kita bisa mempersiapkan juga tenaga-tenaga pemikir, baik dalam pelayanan, keselamatan transportasi juga bagaimana memikirkan kecepatan transportasi, sehingga kedepan transportasi di Indonesia benar-benar dengan planning yang baik, tidak sekedar membuat jalan, namun bagaimana bisa mengangkut dengan cepat dan banyak orang, pintanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Yayasan Trisakti, Dr Bimo Prakoso, bahwa Seminar Nasional Peranan TOD dalam Pembangunan Kawasan Perkotaan Dengan Angkutan Berbasis Rel ini sangat baik, apalagi ditahun 2020, ITL Trisakti akan menjadi tuan rumah dalam kegiatan Simposium Universitas Transportasi Asia Pasific, dimana para pakar transportasi akan berkumpul disini, untuk itulah ITL Trisakti terus berupaya menyiapkan personil-personil yang ahli dibidang transportasi dan logistik, dengan pendidikan berlanjut, dimana program studi di Institut Transportasi dan Logistik Trisakti ini, disamping program Sarjana (S1), Vokasi hingga Magister/Pascasarjana (S2) dan kita juga sedang menyiapkan program doktor (S3) Transportasi dan Logistik, dan disinilah satu-satunya Lembaga Pendidikan tinggi yang berkonsentrasi dalam pendidikan transportasi dan logistik, paparnya.

Deputi Gubernur DKI Jakarta, Sutanto Suhodo juga menambahkan, bahwa Pemda DKI terus mendukung upaya tataguna lahan untuk angkutan massal, karena kita tau di DKI Jakarta ini tengah diselesaikan angkutan LRT maupun MRT serta moda angkutan lain, kita berkomitmen membangun beberapa titik TOD, karena ini bukan sekedar melayani dengan baik, namun juga mengubah gaya hidup perkotaan, menyangkut pendanaan Pemda DKI tetap berupaya melakukan kerjasama dengan badan usaha, dan kita juga berharap swasta akan turut berpartisipasi dalam investasi angkutan kereta di Jakarta, paparnya. (Pry)

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending