WARTA | POLITIK

Cupli Risman : Musyawarah Mufakat Minimalisir Money Politik

SKIH / ISTIMEWA

Cupli Risman : Musyawarah Mufakat Minimalisir Money Politik

Musyawarah Mufakat merupakan bagian dari Demokrasi yang selama ini dipakai Golkar dalam berpolitik, dimana Musyawarah Mufakat merupakan suatu usaha bersama dengan sikap rendah hati guna memecahkan persoalan (mencari Penyelesaian/ jalan keluar) untuk dapat mengambil suatu keputusan bersama dalam penyelesaian atau juga pemecahan, bahkan Musyawarah Mufakat merupakan bentuk Demokrasi Pancasila, yang lebih baik dipakai dalam mengambil keputusan, daripada melalui proses "Voting", yang justri berdampak pada perpecahan, untuk itu dalam Proses Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar pada Munas Golkar awal Desember 2019 ini, lebih baik menggunakan cara Musyawarah Mufakat, hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Persatuan Loyalis Golkar (PLH), Cupli Risman, S.Sos.

Lebih jauh Cupli Risman menegaskan, bahwa Partai Golkar harus bisa belajar dari kasus-kasus sebelumnya, dimana cara Voting justru membuat kandidat yang kalah menjadi kecewa, tidak puas menerima kekalahan, hingga keluar dari Golkar, seperti keluarnya tokoh-tokoh Golkar Surya Paloh, Wiranto, Prabowo, Titik Suharto, R Hartono, Tomy Suharto serta yang lain, hingga membuat partai tandingan serta menggerogoti suara Golkar di daerah-daerah, ini harus menjadi pembelajaran kita semua.

Disamping itu cara-cara Voting sangat erat dengan Money politik, suara akan menjadi nilai tawar yang dilakukan dengan cara gerilya oleh calon, belum lagi proses yang menguras tenaga para calon, untuk memenangkan dengan politik uang bisa membuat kandidat mencari dana dengan cara yang kurang baik, hingga terjerat korupsi, untuk itulah harus jadi pembelajaran seluruh jajaran Partai Golkar di Pusat maupun di Daerah, untuk itulah dalam Munas Golkar nanti, sedapat mungkin menghindari Voting dan lebih mengedepankan cara Musyawarah Mufakat, tegas Cupli Risman. (Red).

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending