WARTA | PENDIDIKAN

Tabur Bunga Ke TMP Kalibata dan Pendiri Yayasan Trisakti, Wujud Penghargaan dan Ucapan Syukur

SKIH / ISTIMEWA

Tabur Bunga Ke TMP Kalibata dan Pendiri Yayasan Trisakti, Wujud Penghargaan dan Ucapan Syukur

"YAYASAN TRISAKTI" sebagai Penyelenggara Perguruan Tinggi di Indonesia, yang berdomisili di Jakarta, dan didirikan oleh Brigjen dr. Sjarif Thajeb sebagai Menteri PTIP dan K. Sindhunata, SH dari LPKB - Kompartemen Hubungan dengan Rakyat dengan Akte Notaris E. Pondaag Nomor 31 tertanggal 31 Januari 1966. Sehingga pada 31 Januari 2020 ini akan memperingati HUT ke 54 tahun, dan panitia HUT Yayasan Trisakti pada Jumat, 17 Januari 2020 mengajak seluruh Civitas Akademi dibawah Yayasan Trisakti, untuk menghormati serta menghargai Jasa-jasa para Pendiri, Yayasan Trisakti bersama seluruh Perguruan Tinggi dibawah Yayasan Trisakti menggelar kegiatan Tabur Bunga ke Pusaran Makam Pendiri Yayasan Trisakti maupun para mantan Rektor Universitas Trisakti. Tampak hadir Ketua Dewan Pembina Yayasan Trisakti, Dr Harry Tjan Silalahi, Ketua Yayasan Trisakti, Dr Bimo Prakoso bersama jajaran Dewan Pengawas, serta para Rektor, Ketua Sekolah Tinggi, Dosen, Karyawan hingga Mahasiswa dari Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti), Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti), Trisakti School of Managemen (TSM), Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti (STMA Trisakti) dan Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti/ Trisakti School of Multimedia, serta Perwakilan dari Universitas Trisakti. Mulai ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Makam Pendiri Yayasan Trisakti di TPU Jeruk Purut dan TPU Tanah Kusir.

Ketua Yayasan Trisakti, Dr Bimo Prakoso mengaku bersyukur hari ini juga hadir perwakilan dari Universitas Trisakti, untuk bersama-sama mengikuti kegiatan Tabur Bunga, kita bersatu untuk maju bersama, karena semua induknya adalah "Trisakti", Penghormatan di Taman Makam Pahlawan dilakukan secara perseorangan maupun bersama-sama, dan setelah tabur bunga juga harus kembali hormat, mereka adalah pejuang yang juga orang tua kita, sehingga kita harus bisa menghargai jasa-jasa pejuang maupun pendiri Yayasan Trisakti.

Dalam kesempatan tersebut , Dr Bimo Prakoso juga berharap agar seluruh dosen, Karyawan dan para mahasiswa untuk mengenang dan menghargai Jasa-jasa Pahlawan yang telah berjuang tanpa pamrih, Kita harus menghargai mereka, karena kita itu bisa begini karena perjuangan beliau. Keduanya kita harus mencintai Negara ini, jiwapun dikasihkan, untuk itu yang muda-muda itu harus supaya bisa mengikuti semangat Kepahlawanan, melalui lembaga pendidikan tinggi Trisakti, harus terus kita tanamkan semangat juang pada mahasiswa. Agar berjiwa Nasionalis, punya semangat Trisakti agar negara ini kuat dibidang Ekonomi, Politik dan Budaya, tegasnya.

Sementara Tabur Bunga di TMP Kalibata, Ketua Dewan Pembina Yayasan Trisakti, Dr Harry Tjan Silalahi dan seluruh rombongan melakukan tabur bunga ke pusaran pendiri Yayasan Trisakti, seperti Alm Syarif Thayeb, Alm alm Sindunatha, Bambang Sumarsono Binti Atmosupono, kemudian tabur bunga ke alm Koesdarto Hadimoelyo, di TP Jeruk Purut, serta para mantan Rektor Universitas Trisakti yang dimakamkan di TPU Tanah Kusir.

Disela acara khusus tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Trisakti, Dr Harry Tjan Silalahi menegaskan, bahwa para Pendiri Yayasan Trisakti yang kini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata ini, mereka adalah perjuang kemerdekaan serta berjuang untuk pendidikan Trisakti, mereka telah bekerja dengan baik untuk membina Perguruan Tinggi Trisakti, fikiran-fikiran pokok yang diletakkan sebagai landasar Pendidikan Trisakti, telah menjadikan sekarang Universitas, Institut serta Sekolah Tinggi bisa berkembang dengan baik sekali dan membanggakan, tidak hanya nasional tetapi internasional, kekuatan dan tekad para pendiri diharapkan dapat diteruskan oleh seluruh Civitas Trisakti, dalam mengembangkan daya fikir dan ketrampilan untuk mengadapi tantangan zaman, tegasnya.

Pada Wartawan Harry Tjan juga menjelaskan, bahwa kegiatan Ziarah dan Tabur Bunga ke Makam para Pahlawan serta Pendiri Yayasan Trisakti ini pada dasarnya kita semua ingin menghargai para Pahlawan kemerdekaan, karena merekalah kita bisa berkembang di atas landasan kebangsaan Indonesia. Seluruh unsur pendidikan dibawah Yayasan Trisakti juga harus mengerti siapa saja para pendiri, serta harus merasakan dan menghayati siapa mereka itu, dimana tokoh pendidikan dari Trisakti juga beberapa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, ini semua terangkum menjadi satu, ada sudut idiologi, sudut penghormatan, budaya menghargai orang tua, serta membangun kesadaran hingga intelektualitas dan spiritualitasnya, dan kami selalu menekankan pada seluruh pengelola pendidikan di Yayasan Trisakti agar dalam proses pendidikan mengandung unsur yang tidak hanya intelektualitas saja, tetapi juga Roh spiritualitas, bahwa Pendidikan bisa maju seperti sekarang ini adalah berkat jasa para Pahlawan, tegas Dr Harry Tjan. (Pry).

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending