WARTA | LIPUTAN KHUSUS

LATIHAN OJT BAGI PERSONEL BAKAMLA RI RESMI DITUTUP

SKIH / ISTIMEWA

LATIHAN OJT BAGI PERSONEL BAKAMLA RI RESMI DITUTUP

Jakarta, 25 Juni 2020 (Humas Bakamla/Indonesian Coast Guard),
Latihan long distance learning On Job Training (OJT) untuk personel pengawak kapal negara (kapal patroli), stasiun pengamat dan admin PPK Badan Keamanan Laut RI yang dilakukan secara virtual melalui video teleconference, resmi ditutup oleh Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M., Kamis (35/6/2020).

Kegiatan latihan yang dilaksanakan selama 20 hari sejak 2 Juni 2020 ini, menurut Kepala Bakamla RI merupakan program bagi peningkatan kapasitas personel Bakamla RI yang berdinas di wilayah hukum Kantor Kamla Zona Maritim Bakamla RI di seluruh indonesia, sebagai upaya menyiapkan personel Bakamla RI yang terlatih dan kompeten terhadap peran dan tugas yang diembannya. “Meskipun pemberian materi program long distance learning ini disampaikan secara online lewat virtual, namun nantinya tetap akan dilaksanakan praktek lapangan di zona masing-masing,” tegasnya.

Menurut Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M., sesuai UU Nomor 32 tahun 2014 tentang Kelautan, mengamanatkan tugas Bakamla adalah melakukan patroli keamanan dan keselamatan laut di wilayah perairan Indonesia dan perairan yurisdiksi Indonesia. “Oleh karena itu dalam melaksanakan tugas pokoknya keberadaan kapal patroli dan stasiun pengamat menjadi alat utama yang harus diawaki oleh tenaga pengawak yang terlatih, terampil dan profesional. Semua unit harus bisa melaksanakan perannya secara efektif menjadi satu kesatuan unit kerja yang terpadu, sinergis dan terintegrasi,” ujarnya.

Meskipun latihan dilakukan melalui metode long distance learning dan melalui video teleconference, Kepala Bakamla RI mengharapkan pelatihan dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan motivasi dan kinerja para pengawak kapal negara, stasiun pengamat dan admin PPK Bakamla RI sehingga siap melaksanakan penugasan sesuai yang diamanatkan negara kepada Bakamla RI.

“Setelah pelatihan ini, para peserta pelatihan dapat terus berlatih secara mandiri dan mengembangkan pengetahuan keterampilan yang telah diberikan para instruktur di bagian masing-masing agar menjadi kebiasaan positif, terampil dan profesional. Saya sudah memerintahkan untuk dibuatkan handbook agar peserta dapat menjaga atau mengingat kembali materi-materi yang telah disampaikan. Handbook didesain praktis agar mudah dibawa, sehingga personel saat menjalankan tugas dapat me-refresh materi dengan mudah,” tandas Kepala Bakamla RI Laksdya Aan Kurnia, S.Sos., M.M.

Sementara itu Direktur Latihan Bakamla RI Laksma Bakamla Sandy M. Latief selaku penanggung jawab latihan, menjelaskan pelatihan on job training melalui metoda long distance learning ini diikuti oleh 346 personel Bakamla RI. Hasil penilaian sebagai peserta dengan kategori terbaik diperoleh Mayor Bakamla Ir. Ibnu Mufid, Kepala Stasiun Bumi Bakamla RI di Bangka Belitung. Terbaik kedua diraih Serda Bakamla Candra Sukisman, dan terbaik ketiga Serda Bakamla Boas Saragih, keduanya personel pengawak kapal KN Tanjung Datu-301. Mereka terpilih secara rating sebagai peserta yang aktif dalam kelas dan memperoleh nilai tertinggi 94. Sedangkan tim terkompak dan tersemangat diperoleh personel Zona Kamla Maritim Barat Batam, yang juga pengawak kapal Catamaran-503, atas nama Serka Bakamla Leo Barata Yudha, Andik Setiawan, dan Ludwi Nugroho. ***

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending