WARTA | LIPUTAN KHUSUS

PT Sunan Drajat Lamongan Tingkatkan Produksi Bawang Putih Dengan Manfaatkan Beras Turun Mutu

SKIH / ISTIMEWA

PT Sunan Drajat Lamongan Tingkatkan Produksi Bawang Putih Dengan Manfaatkan Beras Turun Mutu

Dalam Upaya mendukung Program Swasembada Bawang Putih, guna menekan jumlah impor Bawang Putih dari Cina, Thailand, India dan Amerika Latin, saat ini PT Sunan Drajat Lamongan (SDL) didukung tenaga ahli produksi dan Formulasi Produksi pupuk yang sudah berpengalaman, saat ini tengah mengembangkan Media Tanam dan Pupuk, baik padat maupun cair, yang dibuat dari bahan baku tambahan dari Beras Turun Mutu dicampur dengan, kompos, bahan organik lain, phosfat alam serta campuran lain, dimana "Pupuk Granul Super" atau Pupuk Organik Berkualitas Tinggi ini memiliki kelebihan dalam menetralisir kesuburan tanah, karena Pupuk Organik ini tetap mempunyai kelebihan yaitu penggembur tanah, disamping terjangkau, Ramah Lingkungan dan Menjaga Kelestarian Alam, juga akan memperbaiki fitur Kesuburan Tanah, akan tetapi lebih bagus lagi pemakaian pupuk berimbang antara pupuk Kimia dan Organik, Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Sunan Drajat Lamongan, KH. Anwar Mubarok SH, pada sejumlah Media beberapa hari lalu.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa Pupuk Organik Granul Super dari PT SDL ini di produksi, untuk memenuhi kebutuhan pupuk dikalangan sendiri untuk Bawang Putih ,Pupuk tambak dan pertanian.

Kelebihan lain dari Pupuk Organik Granul super yang sebagian terbuat dari beras turun mutu yang tidak layak di konsumsi manusia, sebab ayampun berserakan makan saja tidak mau, dicampur Phosfat Alam dan bahan lain melalui fermentasi dengan Biodecomposser, yang mana sebagian bubuk ada yang diaplikasikan di oven. Pupuk ini nantinya diaplikasikan ke Bawang Putih agar lebih besar umbinya, akar dan daun lebih banyak serta perkembangan tunas lebih cepat, sehingga secara kualitas Bawang Putih akan lebih baik, serta hasil panen secara kwantitas akan meningkat jumlahnya, penelitian sebelumnya Pupuk Organik super ini di uji coba di bawang merah ternyata produksi di Gresik, Lamongan hasilnya sangat memuaskan.

Dalam upaya pemberdayaan Santri, pimpinan Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan mengatakan sebagai pemberdayaan Santri dan institut Sunan Drajat Lamongan sebagai bekal para Santri dan mahasisiwa dibidang Agro Industri, guna mendukung Ketahanan Pangan Nasional.
Hal tersebut berfokus pada investor pendukung yang bergerak dalam penyediaan bawang putih yang mempunyai kewajiban tanam sesuai dengan persyaratan dari pemerintah. Dimana Produksi bawang putih dalam negeri baru mencapai 85.000 ton per tahun atau sekitar 10 persen dari kebutuhan nasional, sedangkan 90 persennya harus dipenuhi lewat impor. Sebagian besar impor bawang putih tersebut didatangkan dari Cina, mengingat negara tersebut memiliki produksi terbesar di dunia untuk komoditas bawang putih, dan negara lain sebagai pemasok Bawang Putih adalah India, Thailand dan Amerika Latin, untuk itulah PT Sinan Drajat Lamongan bersama para tenaga yang berpengalaman di bidang pupuk, terus mengadakan inovasi dengan memanfaatkan bahan organik lain agar menjadikan pupuk organik menjadi benar-benar prima untuk mendukung program peningkatan ketahanan pangan nasional, khususnya dalam produk Agro Industri, dan salahsatunya produk Bawang Putih, pangan dan perikanan melalui peningkatan produk Pupuk organik Granul Super, tegasnya.

Diakuinya tenaga produksi bahwa pasokan Beras turun mutu saat ini cukup besar, dimana beras yang banyak kutunya tersebut di olah dengan teknologi fermentasi karya anak bangsa, dengan teknologi tersebut beras turun mutu atau beras tidak layak konsumsi, bisa kita manfaatkan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat, dimana beras turun mutu tersebut ada yang open dahulu untuk menghasilkan unsur NPK dan C organik, dan dicampur dengan kompos, KA, serta dolomit yang Magnesium, Kalsium dan lain sebagainya. jadi kami mau tegaskan, beras turun mutu yang open ini benar-benar untuk pupuk, bukan untuk hal lain, yang selama ini diberitakan media massa maupun medsos, kalau ini pemutih beras, karena kenyataannya ini pupuk organik super, untuk menghasilkan meningkatkan panen petani, karena pemupukan tidak boleh pupuk kimia saja, namun untuk menjaga keberlangsungan unsur tanah harus diimbangi dengan pupuk Organik, jadi dengan pupuk organik akan memperbaiki setruktur kesuburan tanah, kapan lagi kalau bukan sekarang, sebab pemakain pupuk berimbang antara pupuk kimia dan pupuk Organik sangat di anjurkan untuk jangka panjang dan jangka pendek tegas salah satu pimpinan pondok sunan drajad lamongan. (Red).

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending