WARTA | NASIONAL

PUSTERAD Gelar Sarasehan, Bangun Kemitraan Insan Media Massa

SKIH / ISTIMEWA

PUSTERAD Gelar Sarasehan, Bangun Kemitraan Insan Media Massa

Bertempat di Hotel Horison Bekasi, pada Rabu 11 Oktober 2021, PUSTERAD menggelar Sarasehan dengan Media Massa 2021. Dan tema yang diambil adalah "Refleksi Peran Media Massa Dalam Kegiatan Teritorial TNI AD".

Danpusterad Letjen TNI Teguh Arief I, SE.MM dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan sarasehan ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan baik antara jajaran TNI AD dengan Insan Pers untuk bersama-sama memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Dan kegiatan ini juga untuk membangun kerjasama dalam mendukung kemanunggalan TNI dengan Rakyat. Serta mendukung informasi akan tugas maupun peran teritorial TNI AD di tengah masyarakat, Dimana kecepatan informasi sangat penting dalam mendukung kegiatan TNI AD.

dalam berita yang tepat dan akurat dapat dijadikan masukan dalam pengambilan kebijakan meningkatkan pengetahuan masyarakat dan membangun karakter bangsa.

Kewajiban kita memberikan edukasi dan pro aktif mengayomi masyarakat agar tetap cerdas dalam memanfaatkan media massa. Sehingga masyarakat diharapkan agar lebih selektif dalam mengkonsumsi berita dan informasi yang diterima, ungkap Letjen TNI Teguh Arief I, SE.MM.

Usman Kansong. Dirjen IKP Kementerian Kominfo RI menegaskan bahwa kita berada pada era Demokrasi, dan Pers adalah pilar ke 4 dalam pilar demokrasi tersebut, sebagaimana amanat Presiden RI, Kementerian Kominfo terus berupaya menyediakan fasilitas berkomunikasi khususnya jaringan internet.

Yang jadi masalah saat ini pengguna medsos tidak lagi mencerminkan nilai-nilai kebangsaan, bahkan medsos banyak menyebarkan berita hoaks yang mendominasi kabar sosial dan politik. Dan senagaimana amanat UU ITE No.19 th 2016. Maka Kominfo sudah pernah melakukan pemutusan akses. Yg mana di tahun 2017 kominfo memutus telegram karena menyampaikan informasi yang mengandung terorisme dan radikalisme.

Sehingga tingkat kepercayaan masyarakat kepada media massa lebih tinggi daripada medsos dan semakin baik. Juga dari hasil beberapa lembaga survei dalam dan luar negri, Kemerdekaan Pers di Indonesia juga dinilai cukup bagus.

Media Massa merupakan Sumber informasi, Hiburan, Edukasi dan Kontrol sosial, dan Media Massa juga mempunyai kewajiban menjaga keutuhan NKRI, harapnya.

Sementara Prof. DR. KH Muhammad Nuh dalam paparannya dengan tema "Information Credibility : Mencerdaskan untuk kejayaan Indonesia di tahun 2045."

Pers harus setia kepada bangsa dan negara serta setia dengan kebenaran, makanya pers perlu kredibilitas informasi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa menuju kejayaan Indonesia 2045. Di 100 tahun Indonesia Merdeka.

Untuk itu kita harus membangun narasi dan kebersamaan menuju kejayaan Indonesia tersebut, dimana kekuatan ada di "Kita", bukan di "saya". Ditahun 2035 bangsa ini jumlah penduduk produktif mencapai 70%. Dan kita harus optimis bangsa ini akan menuju Kejayaan Indonesia.

Sebagai insan Media harus bisa mencerdaskan bangsa. Jangan mau di adu domba, apapun yg kita lakukan harus dapat melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, turut memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Pers adalah "perubahan dan pembelajar sejati", Pers harus bisa melihat jauh ke depan, bisa mewujudkan percepatan- percepatan dalam melakukan perubahan. Harus mampu menyediakan data knowladge society. Perubahan paling cepat adalah teknologi.

Untuk itulah Jurnalis harus meningkatkan kemampuan dalam kompetensinya kalau perlu dibuat jurnalis spesialis, untuk tau dan mampu menguraikan ("Way ?") Kenapa terjadi ?, Dewan Pers mendukung kemitraan khusus antara TNI AD dengan Jurnalis/Insan Media yang spesialis TNI. Karena wartawan harus mampu menguraikan persoalan, apa, siapa dan tugas TNI. Serta mengetahui permasalahan, apa yang harus dilakukan.

Sebagaimana prinsip dasar komunikasi, dengan penguasaan substansi maka dalam penulisan tidak terjadi misinformasion dan disinformation dan mal information.

Insan Jurnalis harus mampu memiliki etika, sehingga mampu mengutamakan keunggulan budaya, dengan bersumber pada nilai agama, keberagaman, tradisi dan budaya Indonesia. Pemberitaan media massa harus berbasis data dan informasi yang benar.

Dan untuk mewujudkan bonus demografi di tahun 2035 tersebut diatas, maka salah satu kunci adalah "Mencerdaskan Generasi Bangsa", disinilah pentingnya peran Media Massa saat ini, tegas M Nuh.(Pry)

Penulis: Priyono
Editor: Priyono

Now Trending