Tingalan Dalem Jumenengan ke 1 SISKS Pakoe Boewono XIV Digelar, Hadir Paguyuban KHN Jakarta
Tingalan Dalem Jumenengan sebagai upacara adat sakral untuk memperingati hari ulang tahun kenaikan takhta seorang raja di lingkungan Keraton penerus Mataram Islam, khususnya di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, kembali di lakukan di Keraton Surakarta.
Dan Tingalan Dalem Jumenengan ke 1, SISKS Pakoe Boewono XIV. digelar pada Rabu 5 November 2026, dihadiri ribuan Sentono dan Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat serta tamu undangan khusus.
Prosesi Penuh Nilai-nilai Kesakralan tersebut diawali dengan Sugengan atau Doa bersama untuk memohon keselamatan Raja, Keluarga Keraton atau Sentono, Abdi Dalem serta kemakmuran rakyat, kemudian di hadirkan Tari Bedhaya Ketawang, tarian sakral yang diciptakan berdasarkan tradisi Keraton Surakarta (dengan kaitan historis dari Kesultanan Mataram) dan dipercaya berkaitan erat dengan legenda Kanjeng Ratu Kidul.
Tari Bedhaya Ketawang tersebut dipentaskan secara khusus dalam upacara penobatan raja (jumenengan) serta peringatan kenaikan takhta (Tingalandalem Jumenengan) Sunan Surakarta, dimana tari dibawakan oleh sembilan penari wanita yang melambangkan arah penjuru mata angin (nawasanga) serta unsur-unsur dalam diri manusia.
Paguyububan Kusumo Hondrowino Nusantara Korwil DKI Jakarta dibawah pimpinan KP Mulyatno Prawirodiningrat, SH.MH, KP Bambang Wening serta K.P. Gunarto Gunotalijendro, SH.MM turut hadir dalam Tingalan Dalem Jumenengan ke 1, SISKS Pakoe Boewono XIV, 46 Sentono dan Abdi Dalem dari KHN Jakarta dan sekitarnya tersebut tiba pagi-pagi dengan Busana Beskap lengkap menggunakan satu Bus dan beberapa Kendaraan pribadi.
Ki Gunarto Gunotalijendro dan Bambang Wening Mendapat Gelar Kanjeng Pangeran dari PB XIV
Disela Prosesi Adat Tingalan Dalem Jumenengan ke 1 SISKS Pakoe Boewono XIV memberikan penghargaan khusus kepada Dalang Millenial yang juga Duta Budaya Wayang Kulit UNESCO, Ki Gunarto Gunotalijendro SE,MM serta Budayawan Bambang Wening dengan pemberian Gelar Kebangsawanan "Kanjeng Pangeran", atas peran besar dalam pelestarian dan pengembangan Budaya Tradisi masyarakat Jawa, khususnya Wayang Kulit. Dan gelar Kanjeng Pangeran merupakan bentuk Pengakuan sebagai Sentono Dalem (Keluarga) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Gelar KP kepada Ki KP. H Gunarto Gunotalijendro, SE.MM tersebut memiliki ikatan tanggung jawab moral dan kultural terhadap pelestarian adat dan budaya Jawa, khususnya Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Pangarso Kusumo Hondrowino Nusantara DKI Jakarta, KP Mulyatno Prawirodiningrat, SH.MM, juga mengapresiasi Ki KP. H Gunarto Gunotalijendro, SE.MM yang terus membumikan Wayang Kulit di wilayah Nusantara maupun Mancanegara, dengan memberikan edukasi serta pembelajaran ke sejumlah Universitas dan sekolah di beberapa negara Asia maupun Eropa dengan dukungan UNESCO, sehingga layak menerima Kehormatan Gelar Kebangsawanan Kanjeng Pangeran dari Keraton Kasunanan Surakarta dan diberikan sendiri oleh Sinuhun Pakoe Boewono XIV, Semoga Kiprah Ki. K.P. H Gunarto Gunotalijendro, SE.MM dalam membumikan Wayang Kulit semakin melekat di masyarakat Indonesia maupun Mancanegara, harapnya.
Pemberian Gelar Kebangsaan ini memiliki filosofi yang dalam serta mengandung nilai tentang kesatuan tekad, semangat, rasa percaya diri, serta keteguhan hati dalam menjalankan tanggung jawab pelestarian Budaya, sehingga Budaya Keraton Kasunanan Surakarta tidak hanya dipertahankan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga terus berkembang menjadi sumber inspirasi dan kreativitas bagi generasi mendatang, bahwa menjadi Abdi Dalem bukan semata-mata tentang pangkat atau kedudukan. Lebih dari itu, ada pengabdian, tanggung jawab, dan komitmen untuk menjaga warisan budaya Keraton Kasunanan Surakarta agar tetap hidup sepanjang zaman, pinta KP Mulyatno Prawirodiningrat. SH.MH. (Wartodipuro)
| Penulis | : Priyono |
| Editor | : Priyono |