Nurhasanah Raih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam Usai Pertahankan Deserti Didepan 6 Profesor
Usai sidang ujian untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar doktor Pendidikan Agama Islam pada program Doktor pascasarjana universitas Islam Jakarta dengan, tim penguji yang terdiri dari ketua Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Rektor Universitas Islam Jakarta), sekretaris Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Ketua Prodi Doktor Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Marhamah, M.Pd (Guru Besar Universitas Islam Jakarta), Dr. Madian Muchlis, MA (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta) , Dr. Syahrullah, M.Pd (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), serta Penguji Eksternal Prof. Dr. Bunyamin, M.PdI (Guru Besar UHAMKA Jakarta) menyatakan Nurhasanah lulus dengan predikat Sangat Baik, dan Dr Nurhasanah menjadi lulusan program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta yang ke 92.
Dr Nurhasanah melihat bahwa bahan ajar Tarikh untuk siswa SMA saat ini sangat minim, Untuk itulah kami berusaha mengembangkan bahan ajar mata pelajaran Tarikh tersebut, sehingga kita berharap peserta didik itu memiliki ketertarikan dan motivasi yang tinggi sehingga memiliki Iman, Taqwa dan Akhlak Mulia, jadi kami berharap karya penelitian ini juga bisa digunakan di seluruh SMA yang ada di Indonesia, harapnya.
Penelitian mata pelajaran Tarikh karena melihat mata pelajaran Tarikh dalam ISMUBA atau mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dan gerakan Islam yang membahas perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW, Para Sahabat, hingga sejarah perkembangan organisasi Muhammadiyah yang hasil capaian peserta didik masih sangat rendah, untuk itu Nurhasanah berupa melakukan Pengembangan bahan ajar mata pelajaran Tarikh dalam ISMUBA, agar peserta didik khususnya di tingkat SMA dapat meningkatkan capaian untuk memperkuat kembali roh pendidikan Ismuba serta peserta didik dapat menunjukkan sikap yang lebih baik, konsisten dan selaras dengan nilai-nilai Islam berkemajuan yang diusung oleh Muhammadiyah, dimana melalui pendidikan tarikh , peserta didik dapat meneladani nilai-nilai luhur yang dapat menumbuhkan keimanan, meningkatkan ketakwaan serta membentuk akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Research and Development (R&D). Pemilihan metode ini didasarkan pada tujuan penelitian yang berorientasi pada pengembangan produk berupa bahan ajar mata pelajaran Tarikh dalam kerangka kurikulum ISMUBA di SMA Muhammadiyah 2 Jakarta. Pendekatan kualitatif digunakan karena penelitian ini menekankan pada eksplorasi mendalam terhadap kebutuhan nyata di lapangan, pengalaman guru, serta kondisi peserta didik, sehingga dapat menghasilkan gambaran yang komprehensif mengenai permasalahan dan kebutuhan yang harus dijawab oleh produk bahan ajar yang dikembangkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar Tarikh yang dikembangkan berbasis nilai iman, takwa, dan akhlak mulia serta disusun secara kontekstual dan aplikatif dinilai layak oleh ahli materi dan ahli media dari aspek Isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan. Implementasi terbatas di kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Jakarta menunjukkan bahwa bahan ajar ini mampu meningkatkan motivasi belajar, pemahaman sejarah Islam, serta sikap religius beserta didik. Dengan demikian, bahan ajar Tarikh yang dikembangkan berpotensi menjadi alternatif sumber belajar yang lebih efektif dalam mencapai tujuan pendidikan ISMUBA dan mendukung pembentukan karakter muslim berkemajuan pada peserta didik.
Prof Dede Rosyada mengapresiasi Promovenda Nurhasanah yang melakukan pengembangan pelajaran Tarikh dalam Ismuba, yang menarik adalah dua kubu pendapat yang berbeda tapi disatukan, jadi sekarang ada inklusivisme dari Muhammadiyah dan inklusivisme dari NU, ungkapnya.
Sementara Prof Raihan juga mengapresiasi Dr Nurhasanah sebagai alumni dengan karya penelitiannya berkontribusi dalam pendidikan Tarikh sehingga diharapkan para siswa lebih tertarik dalam mempelajari Tarikh Islam, khususnya di SMA dengan mata ajar yang dikembangkan serta metode pembelajaran yang mungkin berbeda, karena telah ditambah dengan bahan ajar yang lebih lengkap hasilnya. (Red)
| Penulis | : Priyono |
| Editor | : Priyono |