Bukan Sekadar Nostalgia, Temu Kangen Angkasawan Senior Jadi "Energi Baru" RRI
Tawa ceria dan obrolan hangat seketika menghidupkan suasana di lantai 2 Gedung RRI Merdeka Barat, Jakarta. Puluhan angkasawan senior saling lempar senyum, berjabat tangan, dan melepas rindu setelah sekian lama tidak bersua. Mereka kembali bernostalgia, mengingat canda tawa dan lika-liku perjuangan saat masih aktif mengudara dahulu.
Namun, momen penuh keakraban di Ruang Yusuf Ronodipuro pada Rabu (9/9/2026) ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul biasa. Bagi Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP RRI), Dr. I Hendrasmo, M.A. kehadiran para purna tugas ini membawa misi yang jauh lebih besar.Hemat Energi Rumah
"Kegiatan temu kangen pensiunan bukan sekadar ajang nostalgia, melainkan menjadi energi baru dan jembatan emas bagi keberlanjutan LPP RRI," ujar Hendrasmo.
Mengawinkan Kearifan Senior dan Keterampilan "Digital Savvy"
Di era modern ini, lanskap karyawan RRI telah berubah signifikan. Lebih dari 60 persen pegawainya kini didominasi oleh generasi muda yang mahir teknologi (digital savvy). Di sinilah Hendrasmo melihat peran krusial para purna tugas sebagai kompas moral dan guru kehidupanLangganan Saluran TV
Menurutnya, ada tiga alasan utama mengapa dedikasi para pensiunan menjadi energi baru yang sangat berharga bagi masa depan RRI:
Transfer Nilai dan Etos Kerja
Meski generasi muda unggul secara teknis di era digital, para purna tugas memiliki komitmen, integritas, dan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai kebangsaan serta marwah RRI sebagai " Radio Perjuangan".
Penguatan Idealisme Penyiaran:
Di tengah gempuran disrupsi media, pengalaman para pensiunan dalam menjaga kualitas informasi, independensi, dan kedekatan dengan pendengar menjadi panduan agar karyawan muda tidak sekadar mengejar tren, tetapi tetap menjaga substansi.
Kolaborasi Lintas Generasi:
Pertemuan ini mengikis jarak antargenerasi. Keterampilan digital (hard skills) milik anak muda yang dikombinasikan dengan kearifan serta pengalaman (soft skills) para senior diyakini mampu menciptakan formula kerja yang solid.
ibu Soph, Komaningsih, Andi Sarinah, Ibu Niken Widiastuti,, Diah Dhayanti, Pak Sukri ( Foto Spektroom )Langganan Internet Satelit
Masa lalu RRI yang dibangun oleh para purna tugas adalah fondasi. Ketika fondasi pengalaman itu disuntikkan kepada generasi muda yang kreatif, RRI diyakini akan memiliki energi luar biasa untuk tetap relevan melayani masyarakat di era digital.
Spektroom.co.id: Wadah Inovasi Tanpa Batas Usia
Semangat untuk terus berkarya ini pun dipertegas dalam acara Temu Kangen yang mengusung tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Acara ini ditandai dengan pembagian buku Pedoman Operasional Jurnalis Spektroom.co.id oleh Pemimpin Umum Drs. Anhar Achmad SH, MH, MM, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PP PPRRI.
Spektroom.co.id sendiri merupakan portal media online digital berbasis fakta dan independen yang didirikan pada tahun 2025. Kehadirannya berfokus pada pemberian informasi, edukasi, dan hiburan yang ramah untuk segala usia.Hemat Energi Rumah
"Kami ingin mengoptimalkan potensi teman-teman jurnalis yang telah pensiun, namun masih memiliki sertifikasi keahlian wartawan, melalui sinergi yang dapat memberdayakan ekonomi rakyat," jelas Anhar Achmad.
"Para pensiunan tidak harus diam, mereka harus terus berkreasi dan berinovasi." tandasnya
Nama "Spektroom" sendiri merupakan akronim dari Special, Educational, Keeping, Telling, Responsive, Opportunities, Outspan, dan Market. Akronim ini mencerminkan tekad kuat perusahaan untuk menjadi media yang responsif terhadap kebutuhan pasar, khususnya dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Melalui sinergi lintas generasi dan lahirnya wadah baru seperti Spektroom.co.id, purnawirawan insan media RRI membuktikan bahwa usia bukanlah batasan untuk tetap berkarya, mengedukasi bangsa, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi masyarakat luas. (Asm)
| Penulis | : Priyono |
| Editor | : Priyono |