Terkait Cover Majalah Tempo Edisi 12 April 2026 Ribuan Kader Partai NasDem Geruduk Redaksi Majalah Tempo, Desak Tempo Minta Maaf
Menyikapi pemberitaan majalah Tempo baik cetak maupun online serta Cover Majalah Tempo Edisi 12 April 2026 yang dianggap sangat-sangat menyudutkan Ketua Umum Partai NasDem dengan pemberitaan yang tidak akurat serta tidak berimbang, telah membuat kader partai NasDem untuk mendesak agar Tempo meminta maaf kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, dalam pemberitaan media cetak maupun online sebagaimana yang sudah dipublikasikan oleh majalah Tempo.
Aksi demo damai pada Selasa 14 April 2026 tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino, didampingi berapa pengurus Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah Partai NasDem dari berbagai daerah di Indonesia, hadir juga dari sayap partai seperti Perempuan Nasdem, Gemuruh NasDem, Nelayan NasDem serta sayap partai NasDem lainnya.
Wibi Andrino, Ketua NasDem DKI Jakarta, menegaskan bahwa Partai NasDem tidak anti kritik, Kritik Media boleh, Tapi etika atau kode etik jurnalistik tetap harus jadi batas.
Jangan sampai kebebasan Pers berubah menjadi kehilangan arah.
Kritik itu bagian dari demokrasi. Kami sangat menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar utama dalam kehidupan berbangsa. Namun, kebebasan tersebut juga harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab dan etika.
Apa yang disajikan dalam cover terbaru Tempo menurut Partai NasDem bukan lagi sekadar kritik, melainkan sudah masuk pada bentuk penyajian visual yang merendahkan sosok Bapak Surya Paloh secara tidak proporsional.
Penyampaian pesan melalui ilustrasi dan simbol memiliki kekuatan besar dalam membentuk persepsi publik. Ketika visual tersebut cenderung mendistorsi martabat seseorang, maka yang terjadi bukan lagi kontrol sosial yang sehat, tetapi pembentukan opini yang bias.
Kami percaya, media memiliki peran penting sebagai penjaga akal sehat publik. Kritik yang tajam tetap bisa disampaikan tanpa harus menjatuhkan harkat dan kehormatan individu. Justru di situlah kualitas sebuah media diuji mampu menyampaikan pesan secara kuat, namun tetap menjunjung tinggi etika dan kepatutan.
Sosok Bapak Surya Paloh adalah bagian dari ruang publik yang terbuka terhadap kritik. Namun, kritik yang dibangun seharusnya berangkat dari substansi, bukan framing visual yang berpotensi merendahkan.
Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi cara menyampaikannya harus tetap mencerminkan kedewasaan dan integritas.
Kami berharap ke depan, media dapat terus menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab moral kepada publik. Karena pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi individu, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap media itu sendiri.
Bapak Surya Paloh merupakan tokoh Pers yang juga pernah menyelamatkan majalah Tempo dari kehancuran, namun Sangat disayangkan tempo justru ingin menjatuhkan harkat dan martabat Bapak Surya Paloh dengan pemberitaan yang tidak akurat serta tidak berimbang, untuk itu seluruh kader dan simpatisan Partai Nasdem mendesak agar Tempo meminta maaf kepada bapak Surya Paloh yang dimuat di media cetak maupun media online Tempo, tegasnya.
Ketua DPW Gemuruh NasDem DKI Jakarta, Alson Naibaho S.H., M.H. juga menegaskan bahwa hari ini Sayap maupun badan Partai NasDem hadir di Kantor Majalah Tempo terkait konten media sosial maupun konten berita yang telah menyakiti kader-kader partai NasDem, dimana pemberitaan kalau Partai NasDem akan Merger, akan di akuisisi oleh partai Gerindra, hingga diibaratkan sebuah Perusahaan Terbatas (PT) merupakan perbuatan keji, tidak mendasar.
Dalam pemberitaan Tempo Tanpa wawancara dengan Ketua Umum Partai NasDem, Bpk Surya Paloh maupun pengurus DPP Partai NasDem hingga keluar berita dengan gambar-gambar yang sangat menghina Ketua Umum Partai NasDem jelas-jelas itu suatu pemberitaan Hoax, dan tidak memiliki unsur berita yang dilandasi dengan Kode etik jurnalistik, hari ini kami prihatin sebuah perusahaan media nasional sekelas Tempo bisa menyebarkan berita bohong atau Hoax, untuk itu kami Sayap Partai NasDem (Gemuruh NasDem) memohon Tempo bisa meminta maaf kepada seluruh Kader Partai NasDem, dan khususnya Ketua Umum bapak Surya Paloh, yang digambarkan dengan sebuah penghinaan di Cover majalah Tempo, edisi 12 April 2026, pinta Alson Naibaho S.H., M. H. (Red)
| Penulis | : Priyono |
| Editor | : Priyono |