Kapolres Metro Jakarta Timur Pimpin Patroli Skala Besar, Begal dan Tawuran Jadi Sasaran Utama
Jakarta - Polres Metro Jakarta Timur bersama unsur TNI dan instansi terkait menggelar patroli skala besar pada Selasa dini hari, 26 Mei 2026, sebagai langkah tegas menekan aksi begal, tawuran, balap liar, serta berbagai bentuk kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat di wilayah Jakarta Timur.
Kegiatan diawali dengan apel gabungan di Lapangan Apel Mapolres Metro Jakarta Timur yang dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol. Dr. Alfian Nurrizal, didampingi Dandim 0505 Jakarta Timur Kolonel Inf. Nelson Paido Makmur Marpaung.
Sebanyak 187 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut, terdiri dari jajaran Polres Metro Jakarta Timur, Brimob Polda Metro Jaya, Polsek jajaran, TNI, hingga Satpol PP.
Selanjutnya personel gabungan bergerak melakukan patroli mobile dan stasioner menyusuri sejumlah titik rawan kriminalitas di wilayah rayon tengah Jakarta Timur.
Rute patroli melintasi Terminal Kampung Melayu, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Cipinang Jaya Raya, kawasan Cipinang Jagal, hingga Pos Pantau Anti Tawuran Kebon Singkong yang selama ini dikenal sebagai titik rawan tawuran dan aktivitas kelompok remaja pada malam hari.
Di depan SPBU Cipinang Elok, Jalan Cipinang Jaya Raya, petugas melaksanakan operasi kepolisian dengan sasaran pengendara sepeda motor yang membawa senjata tajam, narkotika, minuman keras, tidak menggunakan pelat nomor kendaraan, memakai knalpot brong, maupun tidak dilengkapi surat kendaraan.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres bersama Dandim turut memberikan imbauan langsung kepada para pengendara agar ikut menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Jakarta Timur.
Patroli kemudian dilanjutkan ke Pos Pantau Anti Tawuran Kebon Singkong dan kawasan Cipinang Jagal yang berbatasan dengan wilayah Duren Sawit dan Pulogadung. Personel gabungan melakukan penyisiran ke sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi penyimpanan senjata tajam serta jalur keluar masuk kelompok yang kerap melakukan aksi tawuran.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol. Dr. Alfian Nurrizal mengatakan patroli skala besar yang dilaksanakan bersama Kodim 0505 Jakarta Timur dan Satpol PP merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga keamanan masyarakat dari ancaman tawuran dan kejahatan jalanan yang saat ini marak terjadi.
“Ya baik, malam hari ini kita melaksanakan kegiatan patroli skala besar bersama dengan Polres Metro Jakarta Timur dan Kodim 0505 Jakarta Timur dibantu Satpol PP Jakarta Timur, di mana sasarannya yaitu kita melaksanakan kegiatan patroli antisipasi terhadap terjadinya tawuran dan kejahatan jalanan seperti yang marak saat ini adalah begal dan jambret. Tentunya kegiatan ini kita laksanakan di beberapa titik rawan yang sudah kita tentukan berdasarkan hasil analisa dan evaluasi,” ujar Kombes Pol. Alfian Nurrizal.
Ia menjelaskan, patroli gabungan tersebut juga disertai razia terhadap kendaraan yang dicurigai guna mencegah masuknya senjata tajam maupun benda berbahaya lainnya yang dapat digunakan untuk tindak kriminal.
“Kami bersama Kodim 0505 melaksanakan kegiatan secara preemtif dengan memberikan imbauan kepada sekolah-sekolah, masyarakat, terutama para orang tua. Selain itu kami juga melakukan langkah preventif melalui patroli dan razia. Apabila ditemukan adanya pelanggaran seperti membawa senjata tajam atau benda berbahaya lainnya yang mengarah pada tindak pidana, tentunya akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Menurut Kapolres, operasi cipta kondisi tersebut akan terus dilakukan tanpa batas waktu tertentu hingga situasi kamtibmas di Jakarta Timur benar-benar dinyatakan aman dan kondusif.
“Kegiatan ini tidak ada ketentuan waktunya. Setiap minggu kami melakukan analisa dan evaluasi. Jika gangguan kamtibmas mulai menurun dan situasi dinyatakan kondusif, maka kami akan fokus pada patroli sambang kepada masyarakat, tokoh agama, dan para orang tua agar anak-anak mereka tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan jalanan,” katanya.
Dalam patroli malam itu, petugas juga menemukan sejumlah remaja yang kedapatan membawa minuman keras. Operasi dilakukan secara serentak di tiga zona wilayah Jakarta Timur, yakni zona tengah, utara, dan selatan.
“Pada prinsipnya kami melaksanakan kegiatan ini secara humanis. Namun apabila keamanan masyarakat terganggu, maka kami akan melakukan tindakan tegas secara terukur sesuai hukum yang berlaku. Kami pastikan negara hadir untuk memastikan Jakarta Timur aman dan kondusif,” tandas Kapolres.
Kehadiran aparat gabungan di lapangan menjadi bukti nyata komitmen Polri dan TNI dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat Jakarta Timur.
| Penulis | : Priyono |
| Editor | : Priyono |